This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 04 September 2014

TERLANJUR CINTA – Testy dwi d

GUDANG PUISI 2014

Kasih,,,,
meranalah aku disini sendiri tak berkawan
hanya sepi menepi ditengah jalan
hanya sunyi menghampiri menawarkan kehampaan

kasih,,,
apa yang harus ku pilih sekarang ?…
Bila melupamu,teramat sulit bagiku
bukan sekali aku mencoba
bahkan teramat kerap aku mencoba
hingga muak rasanya berusaha

kasih,,,
kau terlalu dalam
harap tak mampu ku asingkan
apakah kau melihat ?….
Disini,disudut gelap pekat aku menanti cinta
sampai kau kembali datang membawa lentera

    Terlanjur cinta – Testy dwi d
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

TANYA – oleh Faizal Akhsan

GUDANG PUISI 2014


Sebuah tanya
Namun terkubur
Apa dia?
Ku jawab entah

Masih
Untuk warna yang tinggal serabut
Aku masih
Dalam lubuk terkuak
Kiranya hanya dalam tengkuk ia seruak
Lalu diam
Ini bukan tentang perangah
Aku hanya.. begitulah

Masih
Diam
Terduduk pandangi geliat dengan seluruh
Tapi disana aku terdiam

Kadang suatu berkata, Masihkah?
Ku jawab, Entah

Untuk sebuah waktu
Ku terka, sempit
Bahkan sulit
Hanya ku tunggu waktu hingga terjepit
Antara kuduk, jakun
Disini, di tenggorokan
Sedang mata meraih citra

    Oleh Faizal Akhsan – camar13

    https://www.facebook.com/faizalakhsan
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

TAK PERDULIKAH KAU PADAKU - oleh jannah

GUDANG PUISI 2014


malam begitu sunyi membawaku ke dalam angan
betapa ku ingat sosok sepertinya
ku ingatt

aku bukanlah siapa-siapanya..
aku pun bukan orang yg trpnting untuknya..
tak serasa air mata pun jatuh dalam duka
betapa sakit cinta tak trbalas ini

menunggu
menunggu yang ku lakukan
hingga sampai kapan dia tau
cinta ini masih untuknya

    oleh: Jannah
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

SUDAHILAH – oleh Inay Ciinteu

GUDANG PUISI 2014


kasih ingin kumilikimu.
kasih ingin kuulang waktu ku.
saat bersamamu didalam hari_hariku
disaat kau memegang tanganku
tetapi saat kau pergi meninggal kan ku kuslalu menantimu untuk kembali tetapi. kan kusudahi penantian ku ini
kan ku hapus dirimu dari hatiku
kubuang jauh prasaan ku ini takan ku ingat dirimu untk waktuku
Terlalu banyak sedihku menantimu,
terlalu sakit hatiku bersamamu
kan kusudahi sampai disini
penantian yang menyakiti hati.
aku percya cinta sejati ituh ada
aku akan slalu menanti cinta sejatiku
untuk kisahku ini

    Sudahilah – oleh Inay Ciinteu
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

SENYUMAN REMBULAN – oleh Ical Yuliyanto

GUDANG PUISI 2014

kusapa helai angin dingin yang hangatkan kerinduan
bersama relung impian,diantara puing kenangan dan mozaik harapan
bercerita pada lengkungan bulan sabit dan bintang fajar

dia,adalah jawaban atas penantian
kuharap luka tahun silam
tak lagi kucurkan tangisan
redupkan senyuman
basahi indra penglihatan

bagaimanapun cinta pernah pergi
meski kini kembali menyambangi
namun kehampaan harus ku perhitungkan

rindu terbongkah,usang dalam endapan kenangan
terkuak debu asmara, menghambur pekat

masih hangat senyuman itu
sama ketika kau berpaling daiku
sebuah kejujuran telah teruraikan
mencipta samar sebuah kesimpulan
Kau,masih kuharapkan..

jeda kebahagiaan tlah di akhir alinea
titik enggan kita torehkan
dan senyumanmu pembuka alinea baru
kau meminang cintaku

Mahakarya sang pencipta cinta
dalam mengasah kisah
dinaungi sinar samar terpancar
mentari berbinar
nampak jelas nanar muka ayu menawan
merona mengukir senyuman
ketika lantang ku katakan, kita balikan…

    Senyuman Rembulan – oleh Ical Yuliyanto
    Yogyakarta,6 april 2014
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

SENANDUNG AKHIR – oleh Nanda Insadani

GUDANG PUISI 2014

Burung-burung melayang menjauh pulang
Seketika pertiwi berguncang sembari meretak
Tersadari wajah langit tampak teramat malang
Matahari pun tiada bergembira
melihat manusia hampa tak berotak

Mencari apa?hidup atau pahala?
Tak ada gunakah hidupmu untuk hadapi ini?
Tak ada gunakah pahalamu di penantian nanti?
Diamlah,rasakan nikmatnya dosa dengan sayatan bencana yang kian tiba

Tak kan kuhiraukan tangisan bumi meluap di segala penjuru
Bahkan gunung-gunung memuntahkan amarahnya
Masih ku tenang santai hadapi rasa baru
Sambil menari bersama pena dengan nyata

Selesailah senandungku ini…
Kutidurkan pena diatas lumatan api
aku bangun bangkit dengan secarik kertas
Menanti panggilan ruh menuju audisi…

    Senandung Akhir – oleh Nanda Insadani
    Bagan Sinembah,Riau
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

PENANTIAN RASA KECEWA – oleh Alfi

GUDANG PUISI 2014

Ditengah kesunyian ku tersenyum..
Seakan lupa akan segala kesedihan..
Kutersenyum sendiri menanti sosok kekasih yg aku nanti malam ini..

Detik demi detik terus berganti..
Hingga hari ini berganti dengan hari esok..

Kuterus menanti..

Senyumku kini mulai layu..
Berganti rasa kecewa yg membuatku ingin menjauh..

Dimana engkau saat ini?
Taukah engkau aku menantimu disini?
Ingatkah engkau tentang janji malam ini?

Kini kecewaku semakin dalam..
Setelah tau ternyata engkau sengaja mengingkari janji malam ini hanya untuk pergi bersamanya..

    Karya : AlfI
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

PENANTIAN INI – oleh Testy dwi d

GUDANG PUISI 2014

Cintaku ini terasa mati
menanti hadirmu disisi
selalu mencoba tegarkan diri
karnaku tahu kau tak disini

rindu
bermain mengelilingi aku
rindu
bertahan pada sang waktu
dalam titian jalan yang teramat panjang
bersama debur ombak menghamtam dada
dihati kecilku berharap
kau tak berpaling sepanjang penantian ini

    karya: Testy dwi d
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

MENCINTAIMU DALAM DIAMKU – oleh Imas Fitria

GUDANG PUISI 2014

Dalam diamku aku mengangumimu Berharap bisa mendapatkanmu,
Dalam kebisuan ini aku mengharapkanmu
Hadir mewarnai setiap hariku,
Semua rasaku ini teramat dalam padamu
Namun bibir ini kelu untuk mengungkapkan rasaku,
Mata ini pun tak mampu untuk menatap mata indahmu,
Bahkan jiwaku beku saat raga ini di dekatmu,

Sempat terlintas dalam benakku

Apakah cinta bisa mendengar
Walau tampa telinga…?

Apakah cinta bisa melihat
Walau tampa mata…?

Aku harap iya.

Karena aku disini selalu menunggumu,
Mencintaimu dalam diamku
Berharap kau menghampiriku
Mengerti dan membalas rasaku

    Mencintaimu dalam Diamku – oleh Imas Fitria
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

MENANTI SUARA HATI – oleh Testy dwi d

GUDANG PUISI 2014

Sayang,,,
masihkah dikau setia
ketika suara tak dapat terdengar
lewat nyata atau dunia maya

sayang,,,
masihkah dikau simpan
karna cintaku sanggup menanti dirimu

aku tak mengamati hari yang berlalu
atau menghitung seberapa lama lagi kau jauh
namun aku resah
dikediamanku selalu ada yang mengganggu
dia datang menyapa
tak kenal lelah dan waktu

sayang,,,,
masihkan dikau cinta ?…
Ku suarakan kata hati ini lewat puisi
ku harap kau mengerti dan mengabari

Menanti,,,(suara hati) – oleh Testy dwi d
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

MENANTI KEAJAIBAN – oleh Zhafirah putri F

GUDANG PUISI 2014

Termenung kuratapi suratmu
Kuteliti kata demi kata
Seakan tak ingin terlewat sepatah katapun
Membiarkan lembutnya angin membelaiku

Kuabaikan segala gundah yang ada
Kubiarkan mereka berkicau
Tanpa tahu apa yang terjadi

Mencoba sabar
Menanti sebuah keajaiban
Merubah segala yang ada
Walau hanya di alam mimpi

Biarkan waktu terhenti
Di tengan pengharapanku
Memberi sebuah keajaiban
Yang telah dinanti
Di seluruh pengharapanku

    karya: Zhafirah putri F (Dila)

    https://www.facebook.com/zhafirah.putrif?ref.com
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

MALAM – Ngesthi Farrel Nathan Ramadhana

GUDANG PUISI 2014


Malam Yang sunyi
Ditemani oleh suara jangkrik yang mengerik
Bau harum sebuah bunga yang cantik
Dan dibumbui udara yang dingin
Langit
Yang dihiasi dengan bulan dan bintang
Aku hanya merenungkan mimpi yang kubayangkan esok
Apakah sesuatu yang menyenangkan?
Apakah sesuatu yang buruk?
Walaupun begitu kuharus menjalaninya
Dan malam sudah begitu larut
Ku pun berdoa dan tidur untuk menyiapkan untuk hari esok

    Ngesthi Farrel Nathan Ramadhana
    01/06/2014
    Semarang
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

Rabu, 03 September 2014

KUTAHU BUKAN AKU – oleh Novita Riski Aprillia

Kutahu bukan Aku – oleh Novita Riski Aprillia


Panas terik dikala cerah
Dingin menusuk dikala hujan
Langit jingga dikala senja
Awan hitam membendung dikala hujan tiba

Jumpa denganmu bagaikan harapan
Tersenyum denganmu bagaikan impian
Tertawa bahagia denganmu bagaikan berlian
Menangis dengamu bagaikan keajaiban

Kau yang tak tergantikan
Kau yang tak terhapuskan
Kau yang tak tergapai olehku
Kau yang selalu kunanti

Cuaca cerah seakan kau tersenyum
Cuaca dingin seakan kau bersedih
Langit hitam seakan kau marah
Langit senja seakan kau terabaikan
Langit menitikkan air seakan kau menangis

Ketahuilah aku mengawasimu dari jauh
Sebelum bumi kering setelah hujan
Aku berharap muncul seberkas cahaya di langit
Pertanda seakan kau tersenyum dikala merindu.
Merindukan seseorang, seseorang yang aku tahu bahwa itu dia,bukan aku.

    Kutahu bukan Aku – oleh Novita Riski Aprillia
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

KUATKAN AKU – oleh Eko Agus

GUDANG PUISI 2014

Tuhan..
Mungkin inilah yg harus aku hadapi..
Melihat orang yg ku sayang bersama orang lain..
Melihat nya berdua berbagi cerita..
Cerita yg mungkin sangat indah untuk mereka..
Tetapi ini cerita indah mereka sakit untukku tuhan..

Kuatkan aku tuhan..
Mungkin hanya kata itu yg mampu ku ucap saat ini..
Mungkin ini balasan karenaku melepas dia begitu saja..
Melepas tanpa ada perjuangan mendapatkannya..
Tapi ku yakin tuhan dibalik ini kau siapkan sesuatu yg sangat indah..
Sesuatu yg mungkin akan mengobati cerita perih ini..
Aku yakin tuhan semua akan indah pada waktunya.. :’)

Kuatkan aku..
Demi untuk membuktikan apa yg ku rasakan kepadanya..
Membuktikan sayang dan cintaku ini untuknya..
Beri ku kesabaran tuhan menantinya meski itu pahit..
Pahit bagaikan obat yg sangat
Pahit
Ku akan tetap menantinya tuhan sepahit apapun itu..
Kumenyayanginya tuhan, kuatkan aku..

    Puisi ini karya Eko Agus Kurniawan
    Facebook : Eko Agus Kurniawan (www.facebook com/eko.aguskurniawan1)
    Twitter : @EkoAgusK_4
    Blog : ekoagusk.blogspot.com
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

KU RINDUKAN RINTIKNYA – oleh Rafifa Luthfarida

GUDANG PUISI 2014


Tak kulihat lagi ribuan jarum cair yang menusuk bumi..
Hingga tanah hatipun bisa segersang ini..
Senyumku terasa terbuang..
Bersama kumpulan debu menyedihkan yang tak pernah hilang..
Tuhan..
Aku merindukan hujan..
Aku rindu saat dimana diri ini mulai bercerita..
Tentang sebuah rasa yang sulit terkalahkan..
Karena sesungguhnya aku masih bertahan..
Dan memilih untuk hadirkan perih..
Masih sanggup aku meratapi takdir rasa yang begitu pedih..
Ingin rasanya aku melepas semua ini..
Melepas luka diantara rinai hujan yang menghampiri..
Dan melupakan kejadian yang dulu pernah terjadi..
Tuhan..
Akan adakah hujan diujung kemarau..??
Dan akan adakah gemercik air yang mampu hilangkan risau..??

    Rafifa Luthfarida
    Minggu, 11 Agustus 2013

    https://www.facebook.com/rafifa.luthfa
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

Selasa, 02 September 2014

KETULUSAN HATI – oleh Testy dwi d

GUDANG PUISI 2014


Kau mawar yang menerbar wangi dihati
menyejukan dalam mimpi-mimpi
meski tak berdua kita berjalan
namun rasa tetap ada diingatan

musim gugur telah berganti
gerak waktu lambat tuk menari
wajah menambat merisih hati
tak terlepas pergi
dan aku tetap disini menanti
ketulusan hati bila kembali

    Ketulusan hati – oleh Testy dwi d
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

KEMBALI MENANTI - Oleh Buchenk

GUDANG PUISI 2014

seiring hangat nya senyum sang mentari pagi
aku kembali menanti
harapan dalam hati
akan hadirmu di sisih

kasih bergegaslah kembali
tuk membina cinta bersama ku lagi
walau dulu kau khianati
cinta ini tak kan pernah mati

hari hari ku lalui
tanpa hadirmu lagi
kekasih yg tlah lama pergi
kini tak pernah kembali..

    oleh buche'nx_214
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

KASIH TAK BERTUAN – oleh Althaf Vandharo

GUDANG PUISI 2014

Sekian lama kunanti-nanti
Hari berganti musim pun pergi
Menapaki titian nan sunyi
‘Tuk mencari kekasih yang diimpi-impi

Jikalau kini sudah ku dapati
Kekasih manis dambaan hati
Pastilah sepi mulai berganti
Menjadi cinta yang bersemi

Tetapi apa? Apa yang sebenarnya terjadi?
Hatiku hampa tak berpenghuni
Makin berdebu dan semakin sunyi
Apakah ini yang ku nanti?

Percuma saja punya cinta
Sedangkan saja tak’da tuannya
Jiwa tersiksa asa pun hampa
Biarkan semua menyesakkan dada

    Kasih Tak Bertuan – oleh Althaf Vandharo
    Jakarta
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

JANJI SECANGKIR MALAM – oleh Fery Fathi

GUDANG PUISI 2014


Rembulan menebar jala cahaya
Langit berselimut mendung
Angan ingin bersaing…
menutupi Keelokan bintang yang sedang
menari-nari…
Walaupun hanya terlihat Digenangan hitam sang
kopi…
Kopi hasil hutang…
hutang yang belum terbayar…
Terbayarkan suatu saat nanti…
Nanti dikala mentari…
Mentari esok hari…
Hari dimana itu Aku bertemu dengan mu…
Dengan mu saling Mengikat janji…
Disaksikan rembulan
Dihiasi langit mendung
Ada atau tanpa didampingi bintang…
Karena bagiku dikau melebihi jutaan bintang…
Dan untuk sekarang Yang ku takuti hanya
hujan.

    Janji Secangkir Malam – oleh Fery Fathi
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

GELAP HATI – oleh Fernandez

GUDANG PUISI 2014


Terdiam di sudut gelap hati
menanti datang nya cahaya
Tenggelam dalam gelap nya malam.
menanti datang nya hari……

Kemanakah harus ku cari…..
Apakah yang haru kucari…
Adakah tujuan dalam langkah ku…..
Siapakah yang kucari……

Berharap….
ku terus berharap………….

Datang nya cahaya itu
Datang nya hari itu…..
yang menuntun langkah ku……..
tuk menemukan mu……
tuk menemukan kembali……
langkah hidup ku……..

Menanti….
ku masih menanti…..
wahai cahaya…..
tunjukanlah sinarmu…..
terangkanlah hariku………..

    Gelap hati – oleh Fernandez
    Labuanbajo
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

DERITA PENANTIAN – oleh Miftachul Jannah

GUDANG PUISI 2014


Bangku reyot yang telah lapuk
Semak belukar bergelayut riang
Menjalar diseluruh pekarangan tubuhku
Hingga tiada yang ingin menyapaku

Rintihan suara tangis yang telah lama membisu
Seakan sembuh luka yang telah tergores
Tapi lagi kau ukirkan duri di dalam hatiku
Sakit, semuanya sakit

Terus harapan palsu yang kau berikan
Aku bukan burung mainan, yang bisa diterbangkan lalu dijatuhkan
Aku merindukanmu sebagai mutiara-mutiara langit
yang mewarnai hamparan karpet biru

Inilah aku yang terus selalu menanti
Tak kuhiraukan burung-burung yang mendekatiku
Karena aku percaya
Tidak ada penantian yang sia-sia

    Derita Penantian – oleh Miftachul Jannah
    Sidoarjo
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

CINTA YANG TERSISA – oleh Neng Srie Maryati

GUDANG PUISI 2014


mencintai seseorang yang mungkin membenci kita..
terkadang membuat hati serasa sangat sakit.
mencintai seseorang yang mungkin sudah melupakan kita..
terkadang membuat hati terasa menyedihkan.
rasa sayang yang masih tersisa ingin rasanya ku berikan begitu dia tersadar.
betapa ku sangat mengharapkannya.
rasa sayang yang masih tersisa membuat hati berharap akankah dia merasa begitu.
semua rasa yang masih tersimpan di hati mungkinkah bisa ku berikan dan mungkinkah terbalaskan….

    Cinta yang tersisa – oleh Neng Srie Maryati

http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

CERITA UNTUK SAUDARA KANDUNG – oleh Dendi Lesmana


GUDANG PUISI 2014


Tiadakah kau terpaut
Pada gemparnya haluan dunia
Kini aku sendiri
Dalam heningnya sepi

Mengapakah kau pergi
Mengapa berlari
Disaat jiwa_jiwa hancur
Diombang_ambing kacaunya dunia

Kemanakah kau saudara ?
Tiada henti kumencari
Ingin rasa lenyapkan mimpi
Bila tiba esok sendiri

Kembalilah saudara kandung
Lihatlah cerita kini
Lelah dipandang
Tiada terkenang.

    Oleh: Dendi Lesmana.
    Cianjur
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

CERITA TENTANGKU DAN MANTAN KU – oleh Alvina Nurul Salamah

GUDANG PUISI 2014


aku rasakan aku terlalu mencintaimu…
namun mengapa kau seperti itu kepadaku…
disepi malam,aku menangis..
merintihkan masa-masa yg dulu telah kita lalui…
mengapa kita hanya dapat merasakan rasa cinta satu kali saja?
aku ingin diberi kesempatan kedua….
sungguh betapa sayang dan cintanya aku ini kepadanya..
aku ingin merasakan lagi saat engkau mengenggam erat tanganku…
ku akui hatiku mencintaimu,
tapi sayang sekali kau terlalu sangat mencintai sahabat yg ku kira baik itu kepadaku…
aku akan berusaha melupakanmu..walau itu tak mungkin…!!!

    Cerita tentangku dan mantan tersayangku – oleh Alvina Nurul Salamah
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

BERAKHIR – oleh Essa S

GUDANG PUISI 2014


kamu dimana ?
kamu kemana ?
kamu masih inget kan sama ?
aku rindu kamu,
aku kangen kamu banget yank..
pertemuan kita hanya sekilas,
pertemuan kita hanya sesaat..
kamu cuek, kamu acuh, kamu dingin sama aku .
apa salah ku ?
kamu butuh aku tapi kenapa kamu ninggalin aku ?
kamu mau jadi teman hidup ku tapi kenapa kamu ninggalin aku ?
kenapaa ?

    Berakhir – oleh Essa S
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

BAGAIKAN PUNGUK MERINDUKAN BULAN – oleh Ridwan Sopwan

GUDANG PUISI 2014


Tangisan jiwa ini telah hilang
Meninggalkan sebuah perasaan
Tapi hati ini selalu menunggu,
Menunggu kehadiran mu

Apa yang harus aku lakukan?
Apa aku harus terus bersabar?
Jiwa ini akan terus menunggu,
Walau aku harus mati esok hari…

Dimana diri mu?
Yang selalu aku impikan
Di setiap malam ku
Di setiap hari-hari ku.

Bagaikan punguk Merindukan bulan
Aku tidak bisa menggapai mu.

    Bagaikan punguk merindukan bulan – oleh Ridwan Sopwan
    Bandung
    FB:Edhen Sopwan Sundapratala
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

AKU MEMIKIRKANMU – oleh Testy dwi d

GUDANG PUISI 2014


Kasih,,,
malam tak akan terasakan indahnya
tanpa kau ada bersamaku
disini,,,,,
menatapi matamu itu
bagai mengusir sepi dan rindu
disisi,,,,,

kemarin,,,,
berdua denganmu seakan waktu terhenti
berdua denganmu itu saat berarti
ketika gurau senda menghiasi

tahukah kau berapa lama sepi menari ?….
tahukah kau berapa lama rindu bernyanyi ?….
tahukah kau berapa lama lagi kini aku menanti ?….
Tahukah kau berapa banyak lagi puisi yang akan kutulis,tentang penantian dan kerinduan hati ?….
Aku memikirkan mu

    Aku memikirkan mu – oleh Testy dwi d
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

AYU (SOMEDAY) – oleh Rivi Hamdani

GUDANG PUISI 2014


Begitulah aku mengenal namamu dari senyumanmu
Begitulah aku mengagumimu karena kesederhanaanmu
Entah apa yang aku rasakan saat ini
Tak banyak pula yang aku pahami

Ayu,
Aku begitu memahami dengan diriku padamu
Tak semudah ku balikkan telapak tanganku
Memilikimu adalah apa yang menjadi imajinasi
Bahkan rasa yang menghampiri, tak dapat kupungkiri

Ayu,
Aku masih sebatas memandangmu
Aku masih sebatas mengagumimu
Biarlah ini berjalan bersama penantian
Biarlah semua kupendam di belantara harapan

Someday ,,,,
Dihadapanmu kulingkarkan sebuah ikatan suci
Kupinta dirimu dengan bismillah
Inilah keyakinan yang pasti
Karena kehendakNya cinta akan merekah

Ayu ,,,
Izinkan aku mencintaimu hingga dipenghujung nafas ….

    Ayu ( Someday ) – oleh Rivi Hamdani
    Surabaya
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

Senin, 01 September 2014

SENYUM KEKASIHKU – oleh Wahyu Kusuma Wardani

GUDANG PUISI 2014






ketika ku lihat dia
tergambar segaris senyum
senyum yg membuat hatiku luka

entah mengapa setiap ku lihat senyumnya
senyum itu seakan mengikat kuat dadaku
merebut setiap nafasku
dan menghentikan aliran darahku

senyum itu…
ahh.sudahlah.
aku tak mau mengingatnya lagi
dia,pemilik senyum itu
yg dulu pernah jadi milikku sekian waktu
tapi itu dulu.
kini dia tlah pergi tinggalkanku

    Senyum Kekasihku – oleh Wahyu Kusuma Wardani
    Ngawi
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

SAYONARA CINTA – oleh Dewi Wahidatul Faiza

GUDANG PUISI 2014


ibarat embun pagi..
yang selalu memberikan kesejukan
dan energi disetiap titik kehidupan
seperti halnya engkau..
engkaulah embun itu!
kau juga yang selalu memberiku sebuah energi terbesar
yang selalu membangkitkan semangatku
di lautan putih abu-abu.

ada kamu disana, dan itu semangatku.
tapi sekarang aku harus menjauh darimu
bukan karena apapun.
hanya saja aku tak ingn meemperdalam rasa cinta ini
aku takut jika rasa ini bisa menghancurkan
segala cerita yang telah kita tulis bersama
di hatiku… dan di hatimu…

    Sayonara Cinta – oleh Dewi Wahidatul Faiza
    Tuban, Jawa Timur, Indonesia
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

MUTIARA TANGISKU – oleh Faid

GUDANG PUISI 2014


Dari kejauhan sini ku lihat bukit itu tetap terdiam kaku
lama aku memandangnya sampai mata ini benar” menjadi buta
hingga aku tak tau lagi jalan menuju pulang pada kedamaian tanpa penantian
 saatnya ku katakan tawakkal setelah usaha ini ku anggap cukup …

Waktu yang tak lagi banyak kumiliki mebuatku seakan menyerah
sedang keinginan mereka seperti membunuhku ..

Tuhan …
sanggupkah aku perjuangkan semua in jika jalanku sebelumnya telah ku bakar hangus ..

Semua harapan- harapanku sepertinya hanya dapat ku kisahkan lewat coretan-coretan tintaku
semuga dunia jadikanku kenangan yg indah untuknya

Mutiara Tangisku – oleh Faid
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

MINGGU JANGAN DATANG – oleh Fahdina Ilal Haqqi


GUDANG PUISI 2014




Kemana kakiku harusnya melangkah?
Baru berdiri saja kau ulang keburukan itu
Dan kau mintaku kembali seperti dulu
Dalam kelamku kau tenggelamkanku semakin jauh
Dalam cahayaku kau tetap saja harapkan aku tuk padam

Tuhan..
Kupertahankan pelita cahayaku yang hampir jatuh
Karena ku ingat kan kedua pundakku
Tapi dia padamkan hingga ku tak tahu lagi arah pulang

Tuhan..
Aku tak ingin minggu datang
Egoiskah jika ku pinta tuk jauhkan minggu dariku?
Minggu yang jadi tawa bagi mereka
Kan jadi hari peluh untukku
Dihari selasa aku benci minggu
Minggu, jangan ingin bertemu aku!
Aku takut sakit tuhanku!
Adakah peluk kasih untukku?
Yang mungkin kasihnya kan balut luka-lukaku

    Minggu Jangan Datang – oleh Fahdina Ilal Haqqi
    Sidoarjo

http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

MANTAN – oleh Michael Bram Febrian

GUDANG PUISI 2014

Kau hanya kenangan terbuai
Walau hampa ku rasa saat ini
Pedih melihat diri ini
Namamu tak kan ukir di hatiku
Kulupakan semua bersamamu

Ku tak peduli lagi denganmu
Kisah yang kita ukir kita telah sirna
Keindahanmu tak terlihat lagi
Kau jalan bersama orang lain
Hanya senyum yang kuberi

Walau hati Ini sakit pedih
Hanya air mata yang keluar
Kau tak lebih sekadar “MANTAN”
Yang menghiasi hidupku

    Mantan – oleh Michael Bram Febrian
    Mahasiswa STIE Musi Palembang
    Palembang
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

DI WAKTU PAGI – oleh Abd Azis Ana

GUDANG PUISI 2014


Di waktu pagi
Kita telah berdiri
Di dekat halte mati
Sambil merokok dan ngopi

Sementara pagi
Terus mencakar dan pergi
Lalu di biarkan tergeletak di pagar besi

Lantas datang pengamin kasih
Menjing-jing sebungkus nasi
Akhirnya ia makan dengan sambel dan terasi
Sambil ia berbisik-bisik pada gitar banci

Katanya “halte ini adalah tempat kami dan kalian tak pantas berkuasa…..!!!!”

    Bandung,25/02/2014
    abd azis ana

    hp :087823364016
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

BAHAGIA YANG TAK NYATA – oleh Taufiq Ridho

GUDANG PUISI 2014


Sepi adalah temanku..
Pekat malam yang menggelapkan hati
dinginnya yg membekukan jiwa
aku di patungkan suasana

para jangkrik mulai memainkan perannya
bersuara di keheningan malam
seakan suara mereka menertawakan hidupku
hidupku yang sudah tak bermakna

rasa sedih yg kini menguasai
kekosongan hati yang tak juga terisi
tapi masih ku berikan senyumku pada dunia
sebuah senyuman palsu

akulah si bahagia yang tak nyata
semua tawaku bersifat fana
kebahagia’anku pergi di bawa cinta
cinta yang hancurkan hidup yang aku punya

cinta yang aku puja
malah menghancurkan hati ini
kepingannya coba ku susun kembali
ku bentuk menyerupai aslinya
tapi tak menghilangkan tanda dari retakannya

rasa sakit ini akan ku bawa mati
biarlah sang cinta membawa bahagia
aku relakan kau pergi
menyisakan kekosongan hati ini
agar kau mendapat bahagia
walau aku sangat menderita

    Si bahagia yang tak nyata – oleh Taufiq Ridho
    Garut
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

SENYUM KEKASIHKU – oleh Wahyu Kusuma Wardani

GUDANG PUISI 2014


ketika ku lihat dia
tergambar segaris senyum
senyum yg membuat hatiku luka

entah mengapa setiap ku lihat senyumnya
senyum itu seakan mengikat kuat dadaku
merebut setiap nafasku
dan menghentikan aliran darahku

senyum itu…
ahh.sudahlah.
aku tak mau mengingatnya lagi
dia,pemilik senyum itu
yg dulu pernah jadi milikku sekian waktu
tapi itu dulu.
kini dia tlah pergi tinggalkanku

    Senyum Kekasihku – oleh Wahyu Kusuma Wardani
    Ngawi
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

PENANTIAN – oleh Basuki Santosa

GUDANG PUISI 2014

Seperti Kemarau jemput Hujan
Gugurpun berganti semi
Siang menantikan malam
Penantian yg berbatas
Tidaklah seperti itu…
Perjalannku seakan tak berujung
Lelah dalam penantian….
Rapuh dalam perjalanan….
Aku sadar…..

Aku bukanlah rama
yg punya kekuatan
tuk menjemput cinta
Aku bukanlah Anjasmara
yg punya keberanian gengam cinta
Aku hanyalah rusa terluka
Mencoba bertahan tuk melangkah
Berharap semua akan tiba
Ku kan Bertanam di ladang hatimu
kutabur Benih benih cintaku
kembali bersemi, semerbak mewamgi
Bagi langit berhias pelangi.

    Penantian – oleh Basuki Santosa
    Sidoarjo
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

MIMPI KECIL KITA DULU – oleh Acep Jaenudin

GUDANG PUISI 2014


Kita pernah bermimpi bersama untk menjalin suatu ikatan suci di dalam pelaminan
Yg begitu sangat indah dan mengagumkan
Mimpi kecil kita itu.
Untuk menjalin suatu rumah tangga yg sakina mawa’dah warohmah.
Aku sbagi kapten dlam perahu kecil
Dan kau sbagai nahkodanya.
Kita berjanji untuk mewujudkan semuanya
Menaklukan derasnya ombak.
Menghadang semua tantangan
Menerjang badai
Hingga kita sampai di ujung pelayaran kita
Brjuang sehidup semati untuk mencapai apa yg kita tuju dan apa yg kita impikan
.sungguh sangat indah mimpi kita dulu

Dengan berjalannya waktu
Impian itu lenyap secara perlahan seakan tercabik habis dengan tiap detik tiap meni jarum jam itu berputar.
Seakan mengikis habis tiap lembarannya.
Dan pada akhirnya impian kecilku itupun sirna sudah.tak tersisa sedikutpun lembaran kertas itu tersisa.
Hanya tertinggal robekan robekan kecil yang berserakan.
Ku pungut satu per satu tiap robekan kertas itu.mencoba merangkai kembali.
Agar lembaran itu bisa berbaris rapih seperti sedia kala.
Mimpi kecilku pun bisa aku perjuangkan kembali.
Tapi usahaku semuanya sia sia.tak berujung hasil yg di inginkan bahkan lembaran kerta itupun terbang jauh bersama alurnya angin
Seakan angin yg melenyapkan semua impian kecilku itu yg sebelumnya sudah aku susun rapih nan indah di dalam dinding hatiku.
Kini menjadi byangan semu yang takan pernah mungkin untuk aku meraihnya kembali.

    Mimpi kecil kita dulu – oleh Acep Jaenudin
    Limbangan Garut
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

KERAGUAN CINTA – oleh Satria Jonlee Jonison

GUDANG PUISI 2014


Ketika semua begitu nyata, begitu dekat
Ada warna yang muncul walaupun tak seindah pelangi setelah hujan
Berpendar dalam hati dua insan yang tengah dibuai semilir hembusan cinta
Terbuai deburan ombak asmara gila

Saat itu, hati tak mampu lagi membedakan mana yang benar dan salah
Di dalam otak dan pikiran hanya ada satu kata “cinta”
Tanpa mempedulikan semua yang ada
Tidak juga orang-orang yang berbicara

Kala itu aku bagaikan seorang nelayan yang tengah bemain dengan laut yang biru
Ditengah kencangnya badai dan tingginya gelombang
Aku tetap berusaha memenangkan pertarungan untuk tetap mempertahanka kapal agar tak karam
Mencoba terus tuk bisa bersandar di tepian hatimu.

Tapi sayang….. walaupun aku terlihat gagah di lautan
Namun tetap ada rasa takut yang selalu menghampiri jiwa ini
Ketika perahu telah disandarkan dan jangkar telah diturunkan
Apakah aku masih kuat untuk terus mengarungi lautan ini

Dalam hati ada keraguan yang selalu menghantui
Apakah aku mampu terus bertahan dan kau tetap menunggu ditepian hatimu
Walaupun kita sama tahu kalau gelombang selalu berakhir ditepian
Dan akulah yang berjuang menjaga agar kapal hati tak karam bersama do’a sucimu

    Keraguan Cinta – oleh Satria Jonlee Jonison
    Palembang
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

KEBERSAMAAN CINTA – oleh Henfitananda Nabilatul Ilmiyyah

GUDANG PUISI 2014



Di setiap tawa…
Tersimpan luka…
Di setiap kebahagiaan…
Pasti ada tangisan…

Dua insan saling melengkapi…
Dengan senang hati menjalani…
Kini aku mengerti…
Apalah arti mencintai…

Ku tau kekuranganmu…
Dan kau tau kekuranganku…

Perbedaan bukanlah untuk perdebatan…
Tetapi jadikanlah perbedaan untuk kebersamaan…
Karena kebersamaan adalah kebahagiaan…
Dengan di landasi rasa kasih sayang…

    Kebersamaan Cinta – oleh Henfitananda Nabilatul Ilmiyyah
    Kediri
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

HUJAN TERAKHIR – oleh Sky Shucaya

GUDANG PUISI 2014


Padahal pagi ini mata baru ku buka
Tubuh pun enggan lepas dari selimut,
Ah…aku tak mengerti
Mengapa rinduku tak ada jeda untukmu.
Selalu begitu bila kau tahu

Tak ada rumus pasti untuk aku selesaikan,
Senyummu menginap tak lelah di ruang degupan jantung,
Bolehkkah aku pinjam rindumu…
Agar banyak cerita ku usungkan di bahumu,
Ketika hujan terakhir hanya tetes-tetes embun,
Yang jatuh dari ujung genting ke kelopak melati putih.

Harumu sedap sekali,
Pagi semakin dingin biarkan kau hadir nyata,
Hingga lelap di pelukku.
Sampai reda gerimis di waktu ini.
Kau pun tahu di mana ku simpan cinta ini,
Dan ku titipkan sebagaimana mestinya.
Jaga baik-baik bersama hujan terakhir ini.

    Hujan Terakhir – oleh Sky Shucaya
    Sumedang
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

DARA SENJAKU – oleh Hendar S Rao

GUDANG PUISI 2014


Apa kabar kamu…
gadis manis yang melukis
dongeng tidurku dalam rindu

Disana,
ada wajah surga milik bunda
dari hati seorang wanita

Bersembunyi malu-malu
dibalik hijab
dibawah lagit penyejuk subuh

Ya Tuhan….

Rasanya ingin sekali
melihat bibir penabur senyum itu berdoa
bertasbihkan jari tangan terbasuh
yang tak pernah bisa kusentuh

Dara senjaku….

Tetaplah disitu,
ditempat dimana kamu menungguku
menyanyikan lagu rindu
tentang cerita penuh haru

Pastikan aku tidak tersesat
karena dibalik rona pelagi itu…
ada ruang hati yang ingin sekali kusingahi.

    Bogor 27 Agustus 2014
    Hendar S Rao
    facebook.com/marshall.d.rao

CERITA TENTANGKU – oleh Andy SeAn Prasetya

GUDANG PUISI 2014

Hari ini,..
Dan selama waktu membawa semua cerita..
Maafkanlah semua kekuatan yang seakan memaksa..
Dan berbagai ungkapan keegoisan untuk memilikimu..

Kau tlah semakin indah dan mempesona..
Dengan duniamu yang bahagia di anggapanku..
Dan biarlah semua itu berjalan dengan kebenarannya..
Tak ada kepura puraan tawa dalam tangisan..

Jika kuasaku terasa mengusikmu..
Dan biarlah ku jadikan kuasa untuk pastikanmu bahagia..
Jika ku terlalu jauh dari jangkauanmu..
Jujur lah bahwa kau berpura pura mengulurkan tangan
mu..

Jika ku tak terlihat meski di hadapanmu..
Dan katakan bahwa kau sengaja menutup mata..

Jika hati dan fikiranmu terlalu sibuk..
Dengan apa yang kau coba untuk nikmati..
Anggaplah ku seperti apa yang tak pernah ada..
Dalam benak dan imajinasimu sebelumnya..

Karna ku tak tau…
Kebenaran seperti apa yang dapat menyadarkanmu..

Baca lah cerita tentang ku..
Dan tak perlu kau coba untuk percayai..
Bahwa ku selalu ada
Meski kau coba melenyapkanku dari kenyataan..

Bahwa ku selalu mengulurkan tangan untuk menantingmu..
Meski kau terus mencoba menampiknya…

Bahwa ku selalu di hadapanmu..
Meski kau mencoba menolak
atas apa yang kau ketahui tentang ku..

    ?#?BlackSeAn?
    Cerita Tentangku – oleh Andy SeAn Prasetya
    Kroya

BULAN WULANDARI – oleh Sky Shucaya

GUDANG PUISI 2014


Aku tahu kamu mencintai aku,
Sebelumnya aku pernah dengar dari bisik-bisik udara yang hinggap di pundaku,
Kau bulan wulandari,
Bila masa itu kau tak menghindar,
Dan pernah membaca pesan di ponselku yang terurungkan untuk aku kirim,
Kita sudah menjadi kita,

Akan kau baca maksud dan tujuanku seperti apa.
Aku menyesal juga.
Namun ada hal lain di benakku,
Pikiran yang buntu,niat yang tak tercapai.
Kini kita di pasung mimpi,

Kenapa cahaya bersinar saat redup sabit di belakang kabut,
Bahkan bintang jatuh bertebaran di atas rerumputan.
Aku sedikit make wish dalam hati.
Ada doa terlantun pelan
Yang terdengar di telinga Tuhan,

Bulan wulandari
Haruskah aku memulai lagi debu tersihir manjadi bukit,
Tempat pijakan para dewa,
Ketika lalap tak lagi nyenyak,
Akan aku tanyakan pada kedua malaikatku.

    Bulan Wulandari – oleh Sky Shucaya
    Sumedang
http://gudangpuisi2014.blogspot.com/

AKULAH ARJUNA – oleh Adi Syah

GUDANG PUISI 2014

Bila aku tidak lagi berharga..
Tak usah kau bersandiwara..
Rasa hati ini tidak akan iba..
Meski kau teteskan airmata..

Kasihsayang lenyap dari jiwa..
Kepercayaan diri sudah tiada..
Berakhir pahitnya kisah cerita..
Yg terangkai semenjak lama..

Karena akulah sang arjuna..
Mudah untuk mencari cinta..
Agar engkau hai para wanita..
Bertekuk lutut dalam asmara..

Diriku bukanlah titisan dewa..
Tetapi pasti aku yakin bisa..
Buat luluh kekasih tercinta..
Sehingga rindu dan percaya..

    Akulah Arjuna – oleh Adi Syah
    Bekasi

AKU BUKAN DIA – oleh Nur Saputri

 GUDANG PUISI 2014

Jika harus aku maka ku ikhlas
Jika memang harus aku maka ku nikmati
Jangan dia itu harapku
Harap tanpa harus memohon meminta
Jika itu harus aku
Aku tidak ada di setiap lahirmu
Batinmu dan aku memang satu
Tapi, entah dimana jiwamu
Aku, kamu dan jiwa raga
Itu memang harus aku

Aku tidak tahu dan tidak mengerti
Aku tidak bisa memahami
Detik ini dan detik selanjutnya
Selama aku masih bernafas
Kamu tetap ku ingat
Dengan menyakitinya
Jangan kamu Jangan biarkan kamu siakan hatiku
lukai dia
Seperti kamu melukaiku
Sayangi dia
Aku memang sakit setiap mengingatmu
Aku memang cemburu
Tapi ingatlah
Biarkan aku, karena memang harus aku
Jangan kamu samakan dia dengan aku!

    Aku Bukan Dia
    (Putry Pandawa Karya : 28/08/2013)
    Sekadau